Bunga disukai orang, dipetik, dan dipajang, tapi ia bukan pusat tanamannya. Julukan neptu 12 memakai gambaran itu dengan cukup teliti.
Punjeran berarti poros atau pusat, titik yang semua hal lain berputar mengelilinginya. Paribasan neptu 12 memakai kata itu untuk hal yang ditolak, bukan yang dikejar. Gelem diturut tapi emoh dadi punjeran: bersedia kalau orang mengikutinya, tapi tidak mau menjadi porosnya.
Bunga cocok untuk maksud itu. Orang mendekat kepada bunga, memuji, dan membawanya pulang. Tapi bunga bukan akar dan bukan batang. Ia bagian yang paling terlihat dari tanaman, sekaligus bagian yang tidak menopang apa pun.
KapanLagi menuliskan bahwa neptu 12 sangat menyukai perdamaian dan lebih sering mengalah untuk menghindari pertikaian, serta menyebutnya penurut dan sangat rajin.
Perhatikan bahwa mengalah di sini disebut sebagai pilihan yang diambil untuk sebuah tujuan, yaitu menghindari pertikaian. Sumber tidak menyebutnya lemah. Rajin yang menempel di akhir uraian juga penting, karena membedakan mengalah dari pasif. Yang digambarkan adalah orang yang tetap bekerja, cuma tidak mau berebut posisi.
Lima weton menghasilkan neptu 12: Minggu Pon, Senin Kliwon, Selasa Pahing, Rabu Legi, dan Kamis Wage. Kalau pasarannya didaftar, hasilnya Pon, Kliwon, Pahing, Legi, dan Wage. Kelima pasaran hadir semua.
Cuma neptu 12 dan neptu 13 yang punya sifat ini. Neptu lain selalu kehilangan setidaknya satu pasaran. Buat pembacaan yang menggabungkan lapis neptu dengan lapis pasaran, dua angka inilah yang paling banyak variannya.
5 dari 35 kombinasi hari dan pasaran berjumlah 12, menyentuh 5 dari 5 pasaran.
Frasa emoh dadi punjeran muncul dua kali dalam daftar, di neptu 12 dan neptu 13. Tidak ada frasa lain yang dipakai berulang seperti ini.
Keduanya menolak jadi pusat, tapi alasannya berbeda menurut sumber. Neptu 12 menolak karena tidak mau berebut. Neptu 13 menolak karena tidak bisa diam di satu tempat. Menolak posisi yang sama, dengan sebab yang tidak sama.
Tabel ini menghitung neptu 12 terhadap seluruh neptu 7 sampai 18. Angkanya murni hasil hitungan, bukan penilaian tentang orangnya. Untuk menghitung dari dua tanggal lahir langsung, pakai kalkulator Cek Jodoh Weton.
| PASANGAN | TOTAL | SISA ÷8 | HASIL |
|---|---|---|---|
| Neptu 7 | 19 | 3 | JodohCocok dan harmonis. Saling melengkapi kekurangan, bisa menerima apa adanya. |
| Neptu 8 | 20 | 4 | TopoSengsara di awal pernikahan, tapi bahagia di akhir. Butuh kesabaran dan kerja sama awal. |
| Neptu 9 | 21 | 5 | TinariMudah rezeki, bahagia secara materi. Banyak keberuntungan finansial. |
| Neptu 10 | 22 | 6 | PaduSering cekcok dan beradu argumen, tapi tidak sampai cerai. Komunikasi extra penting. |
| Neptu 11 | 23 | 7 | SujananRawan perselingkuhan dan kecurigaan. Komitmen dan keterbukaan adalah kunci. |
| Neptu 12 | 24 | 8 | PesthiRumah tangga rukun sampai tua, harmonis dan damai. Konflik kecil bisa diselesaikan tanpa drama. |
| Neptu 13 | 25 | 1 | PegatSering bertengkar dan rawan cerai. Hubungan butuh fondasi spiritual yang kuat. |
| Neptu 14 | 26 | 2 | RatuPasangan ideal, dihormati orang banyak. Serasi luar dalam, jadi panutan. |
| Neptu 15 | 27 | 3 | JodohCocok dan harmonis. Saling melengkapi kekurangan, bisa menerima apa adanya. |
| Neptu 16 | 28 | 4 | TopoSengsara di awal pernikahan, tapi bahagia di akhir. Butuh kesabaran dan kerja sama awal. |
| Neptu 17 | 29 | 5 | TinariMudah rezeki, bahagia secara materi. Banyak keberuntungan finansial. |
| Neptu 18 | 30 | 6 | PaduSering cekcok dan beradu argumen, tapi tidak sampai cerai. Komunikasi extra penting. |
Neptu 12 mendapat Jodoh dengan neptu 7 dan neptu 15, Tinari dengan neptu 9 dan neptu 17, dan Ratu dengan neptu 14. Pegat mengenai neptu 13, sedangkan Sujanan mengenai neptu 11.
Yang paling menarik di baris ini adalah pasangan sesama neptu 12. Totalnya 24, sisanya nol, dan itu dibaca Pesthi, kategori yang menurut detikJateng menggambarkan rumah tangga yang damai dan rukun. Cuma tiga angka dalam daftar ini yang mendapat Pesthi ketika dipasangkan dengan dirinya sendiri, dan neptu 12 salah satunya.
Hitungan di atas memakai aturan yang sama dengan halaman Cek Jodoh Weton: neptu dua orang dijumlahkan, lalu dibagi 8, dan sisanya dibaca menurut delapan kategori klasik. Urutan sisa yang kami pakai mengikuti detikJateng, yaitu sisa 1 Pegat sampai sisa 8 Pesthi. Sebagian sumber lain menuliskan urutan yang berbeda, jadi hasil dari kalkulator lain bisa tidak sama.
Lakune Kembang. Paribasannya berbunyi gelem diturut tapi emoh dadi punjeran, yang berarti bersedia diikuti tapi enggan menjadi poros.
Punjeran berarti poros atau pusat, titik yang semua hal lain berputar mengelilinginya. Kata ini muncul dua kali dalam daftar julukan, di neptu 12 dan neptu 13, dan dua-duanya memakainya untuk hal yang ditolak.
Sumber tidak menyebutnya begitu. Mengalah di situ ditulis sebagai pilihan yang diambil untuk menghindari pertikaian, dan uraiannya ditutup dengan kata rajin. Yang digambarkan adalah orang yang tetap bekerja, cuma tidak mau berebut posisi.
Lima, yaitu Minggu Pon, Senin Kliwon, Selasa Pahing, Rabu Legi, dan Kamis Wage. Bersama neptu 13, ini satu-satunya neptu yang wetonnya menyentuh kelima pasaran sekaligus.
Uraian untuk neptu 12 termasuk yang paling utuh, karena paribasannya panjang dan langsung menerangkan wataknya. Bagian tentang sebaran pasaran adalah hitungan kami sendiri dari tabel neptu, bukan klaim tradisi.
Daftar julukan neptu 7 sampai 18 adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer. Bunyinya berbeda antar daerah dan antar kitab, dan tidak ada versi resmi yang bisa dijadikan wasit. Halaman ini menyajikannya sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.