Neptu 12, Lakune Kembang. Uraiannya pendek dan berputar di satu tema: melindungi perasaan sendiri.
detikJateng menyebut Minggu Pon termasuk orang yang sensitif, dan usahanya melindungi perasaan itulah yang menjadikannya pribadi yang tertutup. Perhatikan susunan sebab akibatnya. Tertutup di sini bukan watak bawaan, melainkan akibat dari sesuatu yang lain.
Susunan seperti itu jarang ada di daftar 35 weton, yang umumnya cuma menderetkan sifat tanpa menghubungkannya.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Minggu disebut sangat ikhlas dalam segala urusan yang berkaitan dengan keluarga, punya kemauan keras, tetapi juga penuh cinta kasih.
Uraian hari Minggu termasuk yang paling ramah di antara tujuh hari, dan kemauan keras disebut berdampingan dengan kasih sayang, bukan sebagai lawannya.
Pasaran Pon diuraikan sebagai ingin kata-katanya diikuti, sering menentang atasan, dan hidupnya berkecukupan.
Pon adalah satu-satunya pasaran yang uraiannya menyinggung hubungan dengan atasan.
Menyukai perdamaian dan lebih sering mengalah untuk menghindari pertikaian. Penurut dan rajin, tapi enggan jadi poros.
Baca uraian lengkap neptu 12 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 4 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Bahannya tipis. Selain satu paragraf pendek di detikJateng, tidak ada uraian khusus Minggu Pon yang kami temukan di sumber pembanding, jadi halaman ini sengaja pendek.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.