Neptu 13, Lakune Lintang. Uraiannya menyoroti diam yang sulit ditebak.
detikJateng menyebut Minggu Kliwon sangat pendiam dengan pendirian yang kuat, tapi sulit tertebak dan suka menduga-duga.
Suka menduga-duga adalah butir yang jarang muncul di weton lain. Yang digambarkan bukan orang yang tidak tahu, melainkan orang yang terus menyusun kemungkinan di kepalanya sendiri tanpa menyampaikannya keluar.
Lapis pasaran Kliwon di sumber yang sama menyebut sulit didekati, jadi untuk weton ini dua lapisnya kebetulan searah, tidak seperti Minggu Wage.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Minggu disebut sangat ikhlas dalam segala urusan yang berkaitan dengan keluarga, punya kemauan keras, tetapi juga penuh cinta kasih.
Uraian hari Minggu termasuk yang paling ramah di antara tujuh hari, dan kemauan keras disebut berdampingan dengan kasih sayang, bukan sebagai lawannya.
Pasaran Kliwon diuraikan sebagai terkadang membalas dengan jahat, tinggi hati, dan sulit didekati.
Kliwon mendapat uraian paling tertutup dari kelima pasaran di sumber ini, meski di tempat lain Kliwon justru sering dikaitkan dengan kepekaan batin.
Pesonanya menakjubkan dan senang berkelana. Sulit menetap, sehingga sumber menyebutnya kurang cocok memimpin.
Baca uraian lengkap neptu 13 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 4 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Bahan untuk Minggu Kliwon sedang saja, tapi arah ketiga lapisnya cukup konsisten sehingga tidak perlu bagian pertentangan sumber.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.