Neptu 17, Lakune Gunung. Satu-satunya weton berneptu 17 yang pembacaannya justru sejalan dengan julukan neptunya.
detikJateng menyoroti kemampuan berbicara dan menulis Sabtu Kliwon yang begitu baik, tapi menambahkan bahwa ia sangat mudah menyerah meski belum memulai.
Hamzah Batik menggambarkannya sebagai spiritual kuat, tangguh, pendiam tapi dalam.
Kata pendiam di versi kedua itu penting. Neptu Sabtu Kliwon adalah 17, dan julukan neptu 17 adalah Lakune Gunung yang uraiannya memang berbunyi pendiam, penurut, dan lambat. Jadi untuk weton ini lapis weton dan lapis neptu bertemu.
Bandingkan dengan Kamis Pahing, satu-satunya weton lain yang berneptu 17. Di sana kedua sumber justru menyebut ambisius, yang bertabrakan dengan julukan neptunya. Dua weton dengan angka yang sama persis, dua arah pembacaan yang berlawanan.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Sabtu disebut diibaratkan punya tabiat angin topan, disegani banyak orang meski acap kali dibenci.
Disegani dan dibenci ditulis dalam satu tarikan napas. Uraian hari Sabtu tidak berusaha memilih salah satunya.
Pasaran Kliwon diuraikan sebagai terkadang membalas dengan jahat, tinggi hati, dan sulit didekati.
Kliwon mendapat uraian paling tertutup dari kelima pasaran di sumber ini, meski di tempat lain Kliwon justru sering dikaitkan dengan kepekaan batin.
Pendiam, penurut, baik hati, dan disebut lambat. Sumber menambahkan bahwa kebaikannya bisa berbalik merugikan diri sendiri.
Baca uraian lengkap neptu 17 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 1 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Pasangan Sabtu Kliwon dan Kamis Pahing adalah cara paling ringkas untuk melihat bahwa lapis weton dan lapis neptu tidak selalu sejalan. Perbandingan itu pengamatan kami atas kedua sumber, bukan pernyataan salah satunya.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.