Neptu 16, Lakune Bumi. Daya khayal yang kuat dan keuletan yang kadang melampaui tenaganya.
detikJateng menyebut Kamis Kliwon suka berimajinasi dan tidak mudah menyerah, namun sering kewalahan sendiri.
Sering kewalahan sendiri adalah butir yang jujur dan agak jarang. Ia tidak menyalahkan orang lain dan tidak menuduh sifat buruk, cuma menggambarkan orang yang mengambil lebih banyak daripada yang bisa ia pikul.
Lapis neptunya, neptu 16 Lakune Bumi, berpusat pada kata mengayomi. Orang yang mengayomi memang gampang kelebihan muatan, jadi dua lapis ini bisa dibaca sejalan. Perlu ditegaskan bahwa penyambungan itu bacaan kami, bukan pernyataan sumber.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Kamis disebut seperti api, suka dipuji tetapi karenanya jadi mudah ditipu, dan diramal punya lahir dan batin yang tidak baik.
Perhatikan bahwa gambaran api muncul di lapis hari untuk Kamis, terpisah dari julukan Lakune Geni yang ada di lapis neptu. Dua-duanya memakai api untuk hal yang berbeda.
Pasaran Kliwon diuraikan sebagai terkadang membalas dengan jahat, tinggi hati, dan sulit didekati.
Kliwon mendapat uraian paling tertutup dari kelima pasaran di sumber ini, meski di tempat lain Kliwon justru sering dikaitkan dengan kepekaan batin.
Tenang, sabar, perasaan halus. Bisa pendendam diam, kalau tersinggung lama pulihnya, jadi jaga ucapan ke beliau.
Baca uraian lengkap neptu 16 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 2 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Teks asli detikJateng memuat kata yang tampaknya salah ketik untuk butir terakhir. Kami membacanya sebagai kewalahan sesuai konteks kalimatnya, dan menyebutkan penyesuaian itu di sini supaya tidak terlihat seperti kutipan persis.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.