Neptu 13, Lakune Lintang. Mengayomi dan suka bergaul, dengan kepercayaan diri yang rendah.
detikJateng menyebut Jumat Pon mengayomi dan suka bergaul, tapi punya rasa percaya diri yang rendah dan mudah terpengaruh.
Perpaduan itu tidak biasa. Orang yang mengayomi biasanya digambarkan kuat, sedangkan di sini justru disebut mudah terpengaruh. Yang muncul adalah gambaran orang yang menopang orang lain sambil sendirinya butuh ditopang.
Kata mengayomi juga dipakai untuk lapis neptu 16 Lakune Bumi, padahal neptu Jumat Pon adalah 13. Jadi kata yang sama dipakai di dua tempat yang berbeda dalam sistem ini, dan itu perlu diketahui supaya tidak tertukar.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Jumat disebut punya sifat haus ilmu dan halus budi, serta sangat menyayangi sanak keluarga.
Jumat adalah satu-satunya hari yang uraiannya menyebut kehausan pada ilmu.
Pasaran Pon diuraikan sebagai ingin kata-katanya diikuti, sering menentang atasan, dan hidupnya berkecukupan.
Pon adalah satu-satunya pasaran yang uraiannya menyinggung hubungan dengan atasan.
Pesonanya menakjubkan dan senang berkelana. Sulit menetap, sehingga sumber menyebutnya kurang cocok memimpin.
Baca uraian lengkap neptu 13 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 4 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Bahan Jumat Pon sedang. Pengamatan soal kata mengayomi yang muncul di dua lapis berbeda adalah catatan kami sendiri.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.