Neptu 11, Lakune Setan. Kejujuran yang kadang membuat orang lain tidak nyaman.
detikJateng menulis bahwa kejujuran yang selalu diucapkan Jumat Legi membuat orang merasa tak nyaman, namun ia setia dan murah hati.
Uraian ini bagus karena tidak menghakimi. Yang membuat orang tidak nyaman bukan keburukan, melainkan kejujuran yang disampaikan tanpa disaring. Sumbernya menempatkan itu sebagai ciri, bukan sebagai cela.
Hamzah Batik menggambarkannya sebagai penyayang, ramah, artistik, dengan daya tarik tinggi. Dan artikel detikJateng tentang Sabtu Pahing menyebut Jumat Legi sebagai pasangan yang cocok dengan alasan ramah, penuh kasih, dan mudah bergaul. Tiga tempat, dan semuanya menekankan kehangatan.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Jumat disebut punya sifat haus ilmu dan halus budi, serta sangat menyayangi sanak keluarga.
Jumat adalah satu-satunya hari yang uraiannya menyebut kehausan pada ilmu.
Pasaran Legi diuraikan sebagai sering kena tipu, pandai bergaul, dan mudah marah kepada keluarga.
Uraian Legi menaruh sifat yang enak dan sifat yang berat berdampingan tanpa mendamaikannya.
Ela elu, gampang bimbang, dan menurut sumber tidak cocok memegang pimpinan. Kata setan di sini soal ketidaktetapan sikap, bukan kejahatan.
Baca uraian lengkap neptu 11 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 3 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Jumat Legi termasuk weton dengan bahan paling banyak di kelompok Jumat, karena namanya muncul di tiga tempat berbeda dengan arah yang serupa.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.