Neptu 12, Lakune Kembang. Tata krama dan kejujuran jadi dua kata kuncinya.
detikJateng menggambarkan Rabu Legi sebagai orang yang punya tata krama, dan menempatkan kejujuran sebagai kunci hidupnya.
Uraian ini termasuk yang paling bersih di seluruh daftar, tanpa butir berat sebagai penyeimbang. Lapis harinya mendukung arah tersebut, karena hari Rabu mendapat uraian paling positif dari ketujuh hari, yaitu perangainya baik bahkan teramat baik.
Artikel detikJateng tentang Sabtu Pahing juga menyebut Rabu Legi sebagai pasangan yang cocok untuk weton itu, dengan alasan lembut, sabar, bijaksana, dan mampu meredam emosi. Gambaran itu searah dengan uraian di atas.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Rabu disebut perangainya baik, bahkan teramat baik, serta senantiasa dikaruniai rezeki.
Hari Rabu mendapat uraian paling positif dari ketujuhnya, dan satu-satunya yang menyinggung rezeki secara langsung di lapis hari.
Pasaran Legi diuraikan sebagai sering kena tipu, pandai bergaul, dan mudah marah kepada keluarga.
Uraian Legi menaruh sifat yang enak dan sifat yang berat berdampingan tanpa mendamaikannya.
Menyukai perdamaian dan lebih sering mengalah untuk menghindari pertikaian. Penurut dan rajin, tapi enggan jadi poros.
Baca uraian lengkap neptu 12 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 4 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Rabu Legi termasuk weton yang uraiannya konsisten di beberapa tempat, jadi tidak diperlukan bagian pertentangan sumber.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.