Neptu 11, Lakune Setan. Ketangguhan yang berpasangan dengan dorongan untuk memperlihatkan.
detikJateng menggambarkan Senin Pon sebagai pribadi yang tangguh dan kuat, tapi suka memamerkan apa yang dimiliki.
Lapis pasaran Pon di sumber yang sama menyebut ingin kata-katanya diikuti. Dua hal itu searah, dan untuk weton ini lapis pasaran terasa lebih menentukan daripada lapis neptunya.
Lapis neptunya sendiri, yaitu neptu 11 Lakune Setan, bicara tentang kebimbangan. Itu tidak sejalan dengan tangguh dan kuat. Sekali lagi, kami menyebutkan selisihnya alih-alih memilih diam-diam.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Senin disebut cekatan dalam mengurus pekerjaan, terampil dan sigap, serta disebut suka berbuat kebajikan.
Yang disorot di hari Senin adalah kecakapan mengerjakan sesuatu, bukan sifat batin. Ini satu-satunya hari yang uraiannya berpusat pada cara bekerja.
Pasaran Pon diuraikan sebagai ingin kata-katanya diikuti, sering menentang atasan, dan hidupnya berkecukupan.
Pon adalah satu-satunya pasaran yang uraiannya menyinggung hubungan dengan atasan.
Ela elu, gampang bimbang, dan menurut sumber tidak cocok memegang pimpinan. Kata setan di sini soal ketidaktetapan sikap, bukan kejahatan.
Baca uraian lengkap neptu 11 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 3 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Senin Pon bahannya sedang. Yang membuat halaman ini bisa berdiri adalah kejelasan hubungannya dengan lapis pasaran Pon.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.