Neptu 8, Lakune Geni. Hati-hati dalam memutuskan, tapi cepat tersulut.
detikJateng menyebut Senin Wage selalu mengambil keputusan dengan sangat hati-hati, namun mudah sekali marah dan sulit menerima alasan.
Untuk sekali ini lapis weton dan lapis neptu benar-benar bertemu. Neptu Senin Wage adalah 8, berjulukan Lakune Geni, yang paribasannya berbunyi cilik kaitane, gede pungkasane, kecil di awal dan besar di ujungnya. Mudah marah dan sulit menerima alasan persis menggambarkan api yang sudah telanjur menyala.
Lapis pasaran Wage menambahkan frasa buta saat hatinya disakiti, yang searah lagi. Tiga lapis yang menunjuk ke tempat yang sama adalah hal yang tidak terlalu sering terjadi di 35 weton.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Senin disebut cekatan dalam mengurus pekerjaan, terampil dan sigap, serta disebut suka berbuat kebajikan.
Yang disorot di hari Senin adalah kecakapan mengerjakan sesuatu, bukan sifat batin. Ini satu-satunya hari yang uraiannya berpusat pada cara bekerja.
Pasaran Wage diuraikan sebagai penurut, jorok, tidak rakus, dan disebut buta saat hatinya disakiti.
Frasa buta saat disakiti hati menggambarkan orang yang kehilangan pertimbangan begitu tersinggung, bukan kebutaan harfiah.
Tempramen panas, ambisius, dan punya energi besar. Cepat marah tapi cepat lupa, tidak menyimpan dendam lama.
Baca uraian lengkap neptu 8 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 1 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Senin Wage salah satu weton dengan tiga lapis paling konsisten, jadi halamannya bisa sedikit lebih tebal tanpa perlu menambah apa pun dari luar sumber.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.