Neptu 9, Lakune Angin. Satu-satunya weton yang uraiannya menonjolkan kemampuan merencanakan.
detikJateng menggambarkan Minggu Wage sebagai orang yang penuh pertimbangan dan tipe perencana yang sangat baik, meski agak keras kepala.
Bandingkan dengan lapis neptunya dan Anda akan menemukan pertentangan yang cukup tajam. Neptu 9 berjulukan Lakune Angin, yang uraiannya justru bicara tentang pendirian yang gampang bergeser. Perencana yang keras kepala dan orang yang gampang diarahkan adalah dua gambaran yang sulit disatukan.
Kami tidak memilihkan salah satu. Yang bisa dikatakan dengan jujur adalah bahwa lapis weton dan lapis neptu di sini menunjuk ke arah yang berbeda, dan pembaca berhak tahu itu daripada disodori satu versi yang terdengar rapi.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Minggu disebut sangat ikhlas dalam segala urusan yang berkaitan dengan keluarga, punya kemauan keras, tetapi juga penuh cinta kasih.
Uraian hari Minggu termasuk yang paling ramah di antara tujuh hari, dan kemauan keras disebut berdampingan dengan kasih sayang, bukan sebagai lawannya.
Pasaran Wage diuraikan sebagai penurut, jorok, tidak rakus, dan disebut buta saat hatinya disakiti.
Frasa buta saat disakiti hati menggambarkan orang yang kehilangan pertimbangan begitu tersinggung, bukan kebutaan harfiah.
Pribadi yang fleksibel tapi mudah goyah. Memerlukan lingkungan yang stabil dan teman yang konsisten.
Baca uraian lengkap neptu 9 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 1 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Minggu Wage berguna sebagai contoh bahwa lapis-lapis primbon tidak selalu saling menguatkan. Kadang mereka bertabrakan, dan tradisi lisan memang tidak punya wasit untuk itu.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.