Neptu 11, Lakune Setan. Uraiannya berpusat pada kecerdasan dan cara berkomunikasi.
detikJateng menggambarkan Selasa Kliwon lewat kepintaran yang tinggi, kemampuan berkomunikasi, dan sikap kritis.
Ini salah satu uraian weton yang isinya positif hampir seluruhnya, sesuatu yang tidak umum di daftar 35 weton. Kebanyakan weton lain mendapat satu butir berat sebagai penyeimbang, sedangkan Selasa Kliwon tidak.
Perlu dicatat bahwa lapis neptunya berkata lain. Neptu 11 berjulukan Lakune Setan dengan paribasan ela elu, ora kena dadi pimpinan, yang menggambarkan orang yang gampang bimbang. Sikap kritis dan kebimbangan bukan hal yang sama.
Selasa Kliwon punya kehidupan sendiri di luar daftar neptu, terutama lewat sebutan malam Selasa Kliwon yang sering dipakai dalam cerita rakyat dan kebiasaan setempat. Sama halnya dengan Jumat Kliwon.
Perlu dipisahkan dengan jelas: reputasi itu melekat pada malamnya sebagai penanda waktu, bukan pada watak orang yang lahir di weton tersebut. Sumber primbon yang kami periksa tidak menyambungkan keduanya, dan kami tidak akan menyambungkannya sendiri.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Selasa disebut memiliki perangai buruk sehingga dibenci, dan disebut punya hati yang jahil.
Ini uraian hari yang paling keras dari ketujuhnya, dan kami menampilkannya apa adanya. Sumber yang sama menutup artikelnya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal dan tidak bisa dipatok dari hari lahir.
Pasaran Kliwon diuraikan sebagai terkadang membalas dengan jahat, tinggi hati, dan sulit didekati.
Kliwon mendapat uraian paling tertutup dari kelima pasaran di sumber ini, meski di tempat lain Kliwon justru sering dikaitkan dengan kepekaan batin.
Ela elu, gampang bimbang, dan menurut sumber tidak cocok memegang pimpinan. Kata setan di sini soal ketidaktetapan sikap, bukan kejahatan.
Baca uraian lengkap neptu 11 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 3 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Bagian lore ditulis untuk memisahkan dua hal yang sering tercampur, bukan untuk menambah panjang. Kalau dua hal itu dibiarkan tercampur, halaman ini akan menyiratkan sesuatu yang tidak dikatakan sumber mana pun.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.