Neptu 14, Lakune Mbulan. Tidak mudah putus asa dengan keterampilan sosial yang menonjol.
detikJateng menggambarkan Rabu Pon sebagai orang yang tidak mudah putus asa dengan keterampilan sosial yang tinggi, tapi suka sekali pamer.
Hamzah Batik menggambarkannya lebih ringkas dan lebih tinggi: bijaksana, tenang, pemimpin alami. Dua versi ini tidak bertabrakan seperti pada Senin Kliwon, tapi jelas berbeda bobotnya. Yang satu menyebut kecenderungan pamer, yang lain menyebut kepemimpinan.
Lapis neptunya, yaitu neptu 14 Lakune Mbulan, menggambarkan pendengar yang baik dan tempat orang mencari solusi. Versi Hamzah Batik lebih dekat ke sana.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Rabu disebut perangainya baik, bahkan teramat baik, serta senantiasa dikaruniai rezeki.
Hari Rabu mendapat uraian paling positif dari ketujuhnya, dan satu-satunya yang menyinggung rezeki secara langsung di lapis hari.
Pasaran Pon diuraikan sebagai ingin kata-katanya diikuti, sering menentang atasan, dan hidupnya berkecukupan.
Pon adalah satu-satunya pasaran yang uraiannya menyinggung hubungan dengan atasan.
Penerang bagi sekitar, suka membantu dan kerap jadi panutan dalam kelompok.
Baca uraian lengkap neptu 14 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 3 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Perbedaan antara dua sumber di sini soal penekanan, bukan soal orang yang berbeda, jadi tidak kami naikkan jadi bagian pertentangan tersendiri.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.