Neptu 10, Pendito Mbangun Teki. Cepat iba dan paling depan saat menolong.
detikJateng menulis bahwa Jumat Wage mudah terlalu iba sehingga menjadikannya garda terdepan dalam membantu orang lain, namun tidak mudah menerima saran.
Butir tidak mudah menerima saran itu bergema dengan lapis neptunya. Neptu 10 berjulukan Pendito Mbangun Teki, dengan paribasan gelem nuturi wong tapi ora gelem dituturi, mau menasihati orang tapi tidak mau dinasihati. Untuk weton ini lapis weton dan lapis neptu bertemu cukup rapi.
Lapis harinya menambah satu lagi yang searah, karena hari Jumat diuraikan sebagai haus ilmu, halus budi, dan sangat menyayangi sanak keluarga.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Jumat disebut punya sifat haus ilmu dan halus budi, serta sangat menyayangi sanak keluarga.
Jumat adalah satu-satunya hari yang uraiannya menyebut kehausan pada ilmu.
Pasaran Wage diuraikan sebagai penurut, jorok, tidak rakus, dan disebut buta saat hatinya disakiti.
Frasa buta saat disakiti hati menggambarkan orang yang kehilangan pertimbangan begitu tersinggung, bukan kebutaan harfiah.
Pendiam, perenung, religius. Rezeki sering datang dari ilmu pengetahuan, mengajar, atau bidang spiritual.
Baca uraian lengkap neptu 10 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 2 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Jumat Wage termasuk weton yang ketiga lapisnya konsisten, sehingga halamannya bisa berdiri tanpa perlu bahan tambahan dari luar.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.