Neptu 12, Lakune Kembang. Baik dan pemalu di permukaan, tapi ingatannya panjang.
detikJateng menyebut Selasa Pahing sebagai pribadi baik dan pemalu, tapi menyimpan dendam yang sangat mendalam.
Jarak antara dua bagian kalimat itu lebar sekali, dan sumbernya tidak menjembataninya. Yang bisa dikatakan tanpa menambah karangan: uraian ini menggambarkan orang yang permukaannya dan dalamnya tidak sama, bukan orang yang buruk.
Lapis pasaran Pahing menyebut suka menyendiri dan tertib. Suka menyendiri searah dengan pemalu, jadi untuk sisi permukaannya kedua lapis ini bertemu.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Selasa disebut memiliki perangai buruk sehingga dibenci, dan disebut punya hati yang jahil.
Ini uraian hari yang paling keras dari ketujuhnya, dan kami menampilkannya apa adanya. Sumber yang sama menutup artikelnya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal dan tidak bisa dipatok dari hari lahir.
Pasaran Pahing diuraikan sebagai suka menyendiri, tertib, suka bersih-bersih, dan hartanya sering dicuri.
Butir terakhir ganjil karena bicara tentang nasib, bukan sifat. Sumbernya tidak menerangkan hubungan keduanya.
Menyukai perdamaian dan lebih sering mengalah untuk menghindari pertikaian. Penurut dan rajin, tapi enggan jadi poros.
Baca uraian lengkap neptu 12 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 4 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Kata dendam muncul di beberapa tempat dalam bahan primbon, dan hampir selalu lebih dekat ke tidak cepat melepas perkara daripada ke niat membalas. Kami membacanya begitu, dan itu pembacaan kami.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.