Neptu 18, satu-satunya weton dengan neptu tertinggi, dan satu-satunya di daftar ini yang punya artikel primbon tersendiri dengan rujukan kitab.
Sabtu Pahing berdiri sendiri secara hitungan. Sabtu bernilai 9 sebagai nilai hari tertinggi, Pahing bernilai 9 sebagai nilai pasaran tertinggi, dan pertemuan keduanya menghasilkan 18, angka terbesar yang bisa keluar dari sistem ini. Tidak ada kombinasi lain yang mencapainya.
detikJateng menggambarkannya sebagai orang yang mudah naik darah dengan semangat yang tinggi, cenderung ceroboh, tapi selalu siap membantu.
Berbeda dari weton lain di daftar ini, Sabtu Pahing punya pembahasan tersendiri di detikJateng yang menyebutkan rujukannya secara terbuka: Primbon Pakuwon Bayi Lahir susunan Sutikno dan kawan-kawan, Primbon Betaljemur Adammakna karya K.P.H. Cakraningrat, serta naskah Raspatikalpa tentang perwatakan manusia berdasarkan hari lahir.
Uraian di sana jauh lebih rinci daripada satu kalimat yang biasa didapat weton lain. Yang disebut antara lain berpikir tajam dan intuitif, pandai menyimpan rahasia, teguh memegang prinsip dan ucapan, cenderung menyendiri dan mandiri, serta mudah tersinggung dan emosional.
Artikel itu juga membedakan pembacaan untuk laki-laki dan perempuan, sesuatu yang tidak dilakukan untuk weton lain, dan menempatkan Sabtu Pahing di wuku Sinta di bawah naungan Batara Yamadipati. Ia bahkan menyebut lima weton yang dianggap cocok sebagai jodoh: Rabu Legi, Kamis Pon, Minggu Kliwon, Selasa Wage, dan Jumat Legi.
Kami menyebutkan kelimpahan ini apa adanya. Halaman ini lebih panjang daripada halaman weton lain bukan karena Sabtu Pahing lebih penting, tapi karena bahan yang bisa dipertanggungjawabkan untuknya memang lebih banyak.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Sabtu disebut diibaratkan punya tabiat angin topan, disegani banyak orang meski acap kali dibenci.
Disegani dan dibenci ditulis dalam satu tarikan napas. Uraian hari Sabtu tidak berusaha memilih salah satunya.
Pasaran Pahing diuraikan sebagai suka menyendiri, tertib, suka bersih-bersih, dan hartanya sering dicuri.
Butir terakhir ganjil karena bicara tentang nasib, bukan sifat. Sumbernya tidak menerangkan hubungan keduanya.
Dominan dan menuntut kendali, dengan penolakan sebagai hal yang paling tidak disukainya. Neptu tertinggi yang mungkin.
Baca uraian lengkap neptu 18 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Tidak ada. Dari 35 kombinasi hari dan pasaran, cuma Sabtu Pahing yang berjumlah 18. Semua yang dibaca tentang neptu 18 karenanya menunjuk ke weton ini saja.
Sabtu Pahing satu-satunya weton yang sumbernya menyebut nama kitab. Itu membuatnya paling bisa ditelusuri, dan sekaligus memperjelas betapa tipisnya rujukan untuk 34 weton lainnya.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.