Neptu 10, Pendito Mbangun Teki. Tidak suka membesarkan perkara, tapi sumbernya mencatat sisi yang berat.
detikJateng menulis bahwa Selasa Pon tidak suka membesar-besarkan masalah, namun kerap berbuat curang.
Butir kedua itu termasuk yang paling keras di seluruh daftar 35 weton, dan kami menampilkannya apa adanya karena mengedit bahan supaya lebih enak dibaca sama saja dengan memalsukannya.
Yang wajar disampaikan bersamaan: sumber yang sama menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, dan uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Peringatan itu berlaku untuk semua weton, dan paling perlu diingat di halaman seperti ini.
Sebuah weton adalah pertemuan hari dalam siklus tujuh dan pasaran dalam siklus lima. Primbon membaca keduanya terpisah, lalu membaca jumlahnya sebagai lapis ketiga.
Orang yang lahir hari Selasa disebut memiliki perangai buruk sehingga dibenci, dan disebut punya hati yang jahil.
Ini uraian hari yang paling keras dari ketujuhnya, dan kami menampilkannya apa adanya. Sumber yang sama menutup artikelnya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal dan tidak bisa dipatok dari hari lahir.
Pasaran Pon diuraikan sebagai ingin kata-katanya diikuti, sering menentang atasan, dan hidupnya berkecukupan.
Pon adalah satu-satunya pasaran yang uraiannya menyinggung hubungan dengan atasan.
Pendiam, perenung, religius. Rezeki sering datang dari ilmu pengetahuan, mengajar, atau bidang spiritual.
Baca uraian lengkap neptu 10 →Dua kutipan di atas berlaku untuk seluruh weton yang harinya sama dan seluruh weton yang pasarannya sama, jadi teks ini juga muncul di halaman weton lain. Kami menampilkannya bukan sebagai ciri khas weton ini, melainkan sebagai bahan mentah yang ikut membentuknya. Yang khas untuk weton ini ada di bagian paling atas halaman.
Ada 2 weton lain dengan jumlah yang sama. Lapis neptunya identik dengan weton ini, sedangkan lapis hari dan lapis pasarannya berbeda.
Halaman ini termasuk yang paling perlu dibaca dengan hati-hati. Tidak ada seorang pun yang layak dinilai dari tanggal lahirnya, dan sumber primbonnya sendiri mengatakan begitu.
Uraian watak per weton adalah tradisi lisan yang beredar di literatur primbon populer, dan versinya berbeda antar sumber. detikJateng sendiri menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa watak seseorang dibentuk banyak hal, sehingga uraian hari lahir tidak bisa dijadikan patokan utama. Halaman ini menyajikan bahan tersebut sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang.